Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 30: Para Malaikat Tidak Setuju Dengan Penciptaan Manusia

- Selasa, 24 Januari 2023 | 08:04 WIB
Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 30: Para Malaikat Tidak Setuju Dengan Penciptaan Manusia (Pixabay)
Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 30: Para Malaikat Tidak Setuju Dengan Penciptaan Manusia (Pixabay)

RELIGI - Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 30: Para Malaikat Tidak Setuju Dengan Penciptaan Manusia.

Penciptaan manusia adalah rencana besar Allah di dunia ini. Allah Mahatahu bahwa pada diri manusia terdapat hal-hal negatif sebagaimana yang dikhawatirkan oleh malaikat, tetapi aspek positifnya jauh lebih banyak.

Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa sebuah rencana besar yang mempunyai kemaslahatan yang besar jangan sam-pai gagal hanya karena kekhawatiran adanya unsur negatif yang lebih kecil pada rencana besar tersebut.

Baca Juga: Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 29: Duluan Mana Allah Menciptakan Langit dan Bumi?

Baca Juga: Bacaan dan Tafsir Ibnu Katsir QS Al Baqarah Ayat 29: Duluan Mana Allah Menciptakan Langit dan Bumi?

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ  ( البقرة: ٣٠ )

Wa 'Idh Qāla Rabbuka Lilmalā'ikati 'Innī Jā`ilun Fī Al-'Arđi Khalīfatan Qālū 'Ataj`alu Fīhā Man Yufsidu Fīhā Wa Yasfiku Ad-Dimā'a Wa Naĥnu Nusabbiĥu Biĥamdika Wa Nuqaddisu Laka Qāla 'Innī 'A`lamu Mā Lā Ta`lamūna. (al-Baq̈arah 2:30)

Artinya:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.”

"Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. [2] Al-Baqarah : 30)


Allah Swt. menceritakan perihal anugerah-Nya kepada Bani Adam, yaitu sebagai makhluk yang mulia, mereka disebutkan di kalangan makhluk yang tertinggi —yaitu para malaikat— sebelum mereka diciptakan. Untuk itu, Allah Swt. berfirman:

Halaman:

Editor: Siti Muyassarotul Hafidzoh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X