• Senin, 25 September 2023

Mengenal Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

- Senin, 16 Januari 2023 | 11:23 WIB
Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kolase canva Dunia Anak Indonesia)
Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kolase canva Dunia Anak Indonesia)

Pendidikan - Sebagai warga negara Republik Indonesia, kita penting mengetahui bagaimana Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sebagaimana kata pepatah, Negara maju dan berkeadaban salah satu kuncinya adalah kemajuan pendidikan masyarakatnya.

Baik untuk kita sebagai seorang pelajar, mahasiswa, pengajar maupun masyarakat umum untuk mengetahui Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dari membaca sejarah kita akan memiliki visi yang jelas untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga: Mengapa Kurikulum Merdeka Dijadikan Opsi dan Tidak Langsung Ditetapkan Untuk Semua Sekolah?

Berikut Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilansir dari kemendikbud.go.id, dimulai dari awal kemerekaan hingga era sekarang.

Awal Kemerdekaan (1945-1950)

Pada prakemerdekaan pendidikan bukan untuk mencerdaskan kaum pribumi, melainkan lebih pada kepentingan kolonial penjajah. Pada bagian ini, semangat menggeloraan ke-Indonesia-an begitu kental sebagai bagian dari membangun identitas diri sebagai bangsa merdeka.

Karena itu tidaklah berlebihan jika instruksi menteri saat itu pun berkait dengan upaya memompa semangat perjuangan dengan mewajibkan bagi sekolah untuk mengibarkan sang merah putih setiap hari di halaman sekolah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menghapuskan nyanyian Jepang Kimigayo.

Organisasi kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Pengajaran pun masih sangat sederhana. Tapi kesadaran untuk menyiapkan kurikulum sudah dilakukan.

Menteri Pengajaran yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara. Pada Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia. Mr. Mulia melakukan berbagai langkah seperti meneruskan kebijakan menteri sebelumnya di bidang kurikulum berwawasan kebangsaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar.

Pada Kabinet Syahrir II, Menteri Pengajaran dijabat Muhammad Sjafei sampai tanggal 2 Oktober 1946. Selanjutnya Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Soewandi hingga 27 Juni 1947.

Pada era kepemimpinan Mr. Soewandi ini terbentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia yang diketuai Ki Hadjar Dewantara. Panitia ini bertujuan meletakkan dasar-dasar dan susunan pengajaran baru.

Era Demokrasi Liberal (1951-1959)

Dapat dikatakan pada masa ini stabilitas politik menjadi sesuatu yang langka, demikian halnya dengan program yang bisa dijadikan tonggak, tidak bisa dideskripsikan dengan baik. Selama masa demokrasi liberal, sekitar sembilan tahun, telah terjadi tujuh kali pergantian kabinet.

Kabinet Natsir yang terbentuk tanggal 6 September 1950, menunjuk Dr. Bahder Johan sebagai Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan (PP dan K). Mulai bulan April 1951 Kabinet Natsir digantikan Kabinet Sukiman yang menunjuk Mr. Wongsonegoro sebagai Menteri PP dan K. Selanjutnya Dr. Bahder Johan menjabat Menteri PP dan K sekali lagi, kemudian digantikan Mr. Mohammad Yamin, RM. Soewandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.

Halaman:

Editor: Siti Muyassarotul Hafidzoh

Sumber: kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengertian Autis Dan Autisme Serta Penyebabnya

Selasa, 12 September 2023 | 08:00 WIB

Mengenal Lebih Dalam P5: Kurikulum Merdeka

Selasa, 12 September 2023 | 07:44 WIB

12 Tips Dapat Menikmati Proses Dengan Nyaman Dan Bahagia

Senin, 11 September 2023 | 08:00 WIB

Mengenal Lebih Jauh Raden Saleh dan 9 Karyanya.

Sabtu, 9 September 2023 | 12:21 WIB

Terpopuler

X