Mengenal Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

- Senin, 16 Januari 2023 | 11:23 WIB
Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kolase canva Dunia Anak Indonesia)
Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (kolase canva Dunia Anak Indonesia)

Pendidikan - Sebagai warga negara Republik Indonesia, kita penting mengetahui bagaimana Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Sebagaimana kata pepatah, Negara maju dan berkeadaban salah satu kuncinya adalah kemajuan pendidikan masyarakatnya.

Baik untuk kita sebagai seorang pelajar, mahasiswa, pengajar maupun masyarakat umum untuk mengetahui Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dari membaca sejarah kita akan memiliki visi yang jelas untuk kemajuan bangsa.

Baca Juga: Mengapa Kurikulum Merdeka Dijadikan Opsi dan Tidak Langsung Ditetapkan Untuk Semua Sekolah?

Berikut Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilansir dari kemendikbud.go.id, dimulai dari awal kemerekaan hingga era sekarang.

Awal Kemerdekaan (1945-1950)

Pada prakemerdekaan pendidikan bukan untuk mencerdaskan kaum pribumi, melainkan lebih pada kepentingan kolonial penjajah. Pada bagian ini, semangat menggeloraan ke-Indonesia-an begitu kental sebagai bagian dari membangun identitas diri sebagai bangsa merdeka.

Karena itu tidaklah berlebihan jika instruksi menteri saat itu pun berkait dengan upaya memompa semangat perjuangan dengan mewajibkan bagi sekolah untuk mengibarkan sang merah putih setiap hari di halaman sekolah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menghapuskan nyanyian Jepang Kimigayo.

Organisasi kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Pengajaran pun masih sangat sederhana. Tapi kesadaran untuk menyiapkan kurikulum sudah dilakukan.

Menteri Pengajaran yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara. Pada Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia. Mr. Mulia melakukan berbagai langkah seperti meneruskan kebijakan menteri sebelumnya di bidang kurikulum berwawasan kebangsaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar.

Halaman:

Editor: Siti Muyassarotul Hafidzoh

Sumber: kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X